APA ITU GRAFIKA

TENTANG GRAFIKA
GRAFIKA

Grafika adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran, kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak. Grafika merupakan teknologi yang memungkinkan hasil pikiran-pikiran tokoh ratusan bahkan ribuan tahun lalu sampai kepada kita berupa hasil cetakan.

Karena jasa grafika juga, maka segala urusan manusia modern dipermudah atau sudah merupakan suatu mekanisme yang tidak mungkin ditinggalkan sejak sebelum lahir sampai ke liang lahat. Bahkan beberapa tahun setelah manusia di alam kubur masih memerlukannya, terutama yang berkenaan dengan kontrak tanah pemakaman. Mulai dari Undangan, bungkus korek api, ijazah, buku rapor, surat kabar, majalah, buku pelajaran, koran, majalah, sertifikat, surat keterangan, Idcard, surat nikah, perangko, brosur, folder, spanduk, company profile, formulir, tiket, meterai, uang kertas, faktur, kuitansi, STNK, surat pajak, KTP, paspor, dokumen perdagangan, peraturan, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai ke poster dan bentuk cetakan dengan ukuran besar, surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat.semua adalah hasil karya manusia yang hanya bisa diwujudkan ,melalui teknologi grafika.

Bagian dari grafika komputer meliputi:

  • Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang
  • Animasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan
  • Rendering: mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya
  • Citra (Imaging): mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.

Grafika Komputer

  • Adalah proses untuk menciptakan suatu gambar berdasarkan deskripsi obyek maupun latar belakang yang terkandung pada gambar tersebut.
  • Merupakan teknik untuk membuat gambar obyek sesuai dengan obyek tersebut di alam nyata (realism).
  • Bertujuan menghasilkan gambar/citra (lebih tepat disebut grafik/picture) dengan primitif-primitif geometri seperti garis, lingkaran, dsb.
  • Primitif-primitif geometri tersebut memerlukan data deskriptif untuk melukis elemen-elemen gambar. Data deskriptif : koordinat titik, panjang garis, jari-jari lingkaran, tebal garis, warna, dsb.
  • Grafika komputer berperan dalam visualisasi dan virtual reality.

sumber : grafika

Advertisements

40 Contoh undangan pernikahan dari luar Negri

Berikut ini kami memberikan 40 Contoh undangan pernikahan dari luar Negri

sebagai bahan referensi dan masukan bagi anda yang mau melaksanakan acara resepsi pernikahan dengan membuat undangan yang modern & unik di tahun 2016. Berikut ini sebagian dari contoh undangan pernikahan modern dan unik tersebut :

Letterpress

screenshot

 

Vintage Typography

screenshot

 

Custom Illustrations

screenshot

 

The Whole Package

screenshot

 

Unique Packaging

screenshot

 

The Invitations

Wedding Cards by Tim Van Damme

screenshot

Vintage Travel Wedding Invite by Katrina Sirmon

screenshot

Pennsylvania Wedding by Lydia Nichols

screenshot

Wedding Invite – final letterpress result by Boris Forconi

screenshot

Wedding Invitation by Joshua Krohn

screenshot

Wedding Invitation by Gedy Rivera

screenshot

Wedding Invite – Close Up by Josh Sullivan

screenshot

“I Do!” by Allison Grayce Nold

screenshot

Invites by Matt Braun

screenshot

My Wedding Invite System by Gaelyn Jenkins

screenshot

My wedding invitation by Vikifloki

screenshot

Wedding invitation by J3fton

screenshot

Wedding Invitation by XtrDesign

screenshot

Wedding Invitations by Kostadin Kostadinov

screenshot

Wedding Invite by Samantha Wiley

screenshot

Wedding Invitation by Peterbowen

screenshot

wedding invitation by FireFlyGa

screenshot

Andrew & Aly’s Wedding Invitations by Seth Nickerson

screenshot

Brooke and Michael Save the Date by Ghostly Ferns

screenshot

Jeslyn and Chris Wedding Invite by Emory Cash

screenshot

Ludwig-Allmett Wedding Package by Primaluxe

screenshot

“Did she say yes?” – Wedding Invitation by Chris Trivizas

screenshot

Martha’s Vineyard Wedding Invitation by Sarah Parrott

screenshot

Wedding Invitations by Phaedra

screenshot

Typography Inspired Wedding Invitations by Sarah Parrott

screenshot

Wedding Invitation .01 by Wormsinfected

screenshot

Wedding Invitation by RafaelVictor

screenshot

Wedding Invites by Matthew Muller

screenshot

Set Sail Wedding Invitations by Sarah Parrott

screenshot

Genna + Clark Wedding Suite by Andrea Mentzer

screenshot

Wedding Invites by Skylar Hartman

screenshot

Wedding Invite 1 by Justin W. Siddons

screenshot

Our Letterpress Wedding Invitations by Matt Omohundro

screenshot

Sydney Wedding Invites by Greig Anderson

Sumber : Disini

JENIS JENIS MESIN UNTUK PERCETAKAN

JENIS MESIN DALAM INDUSTRI PERCETAKAN

Mengetahui jenis jenis mesin dalam industri percetakan, ada beberapa macam antara lain :

1. Cetak Offset

Cetak Offset adalah jenis cetakan yang membutuhkan beberapa proses dari Design, perhitungan kertas, jenis kertas, ukuran kertas, hingga pembelian kertas sesuai dengan kebutuhan kita. Yang dilanjut dengan pembuatan repro film master,gunanya untuk membuat master plat yang akan dipakai untuk mencetak kertas diatas mesin offset.

2. Cetak Plotter

Cetak Ploter adalah jenis cetakan yang menggunakan mesin besar (Ibarat Printer yang kita kenal, tapi berukuran sangat besar) dan media yang dipakai ada beberapa macam, salah satu contoh adalah bahan flexi atau yang biasa kita kenal dengan banner. Ploter ini tidak terlalu banyak proses, hanya dari design bisa langsung menjadi cetakan yang kita inginkan tentunya dengan media yang tersedia dan bahan yang kita inginkan.

3. Cetak Digital Print

Cetak digital print sejenis mesin fotocopy digital yang mampu mencetak warna dengan akurat dan effisien, dan jenis cetakan ini pun tidak terlalu rumit, sama halnya seperti jenis cetakan ploter. Namun jenis cetakan ini hanya dapat mencetak diatas kertas & sticker vinnyl ataupun cromo dan hanya mencapai ukuran A3+.jenis cetakan ini hanya menjadi alternatif apabila jumlah cetakan tidak terlalu banyak, dikarenakan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan harga cetak memakai mesin offset.

Beberapa mesin-mesin MODEL DAN JENIS MESIN PERCETAKAN di dunia percetakan diantaranya :

1. Mesin Laminating

Mesin laminating berfungsi sebagai pemanis sekaligus pelindung cetakan setelah proses pencetakan. Dan bahan yang digunakan ialah plastik tipis yang mengandung perekat,dan yang umum adalah jenis plastik Doft dan Glossy.

Plastik Doft jenis plastik yang lembut dan membuat jenis cetakan menjadi mati (warna tertahan didalam ),sehingga jenis cetakan yang dilaminating doft menjadi sedikit mewah/eklusif karna kelembutan dan kehalusannya. Plastik Glossy jenis plastik yang sifatnya kebalikan dari pada Doft.  Jenis laminating ini terlihat lebih mengkilap dari hasil warna cetakan sebelum dilaminating. Pada dasarnya Doft dan Glossy mempunyai daya tarik tersendiri. Dan kini tergantung kebutuhan Anda untuk memilih laminating yang mana, tentunya kita mesti menunggu permintaan pelanggan kita untuk memilih laminating apa yang akan pelanggan kita ambil dan untuk masalah harga laminating Doft sedikit lebih mahal dari pada laminating Glossy.

2. Mesin UV (Vernis)

Mesin UV (Vernis) sebagai pengkilap cetakan yang sudah kita proses. UV ini mirip dengan laminating Glossy, kedua-duanya membuat cetakan menjadi mengkilap, hanya perbedaannya kalau laminating glossy menggunakan media plastik untuk membalut cetakan, lain halnya dengan UV. UV menggunakan cairan kimia untuk mengkilapkan cetakan dan jika dilihat perbedaan cetakan menggunakan laminating glossy dan UV hampir tidak ada bedanya kecuali jika kita raba kertas yang sudah diproses laminating glossy atau di UV sangat terasa bedanya. Dan harga per senti untuk UV jauh dibawah laminating glossy.

3. Mesin Pond

Mesin Pond berfungsi untuk membuat bentuk cetakan menjadi yang seperti kita inginkan. Misalnya UNDANGAN MODEL PASSPORT , jika melihat amplop nya dalam posisi terbuka maka akan terlihat lekukan-lekukan yang sangat tidak mungkin dibentuk atau dipotong menggunakan mesin potong karna bentuknya yang berkelok-kelok. Disinilah peran mesin pond dibutuhkan. Namun lekukan ini tidak akan terbentuk tanpa ada pendukung dari pisau pond yang sudah dibuat khusus dengan bentuk yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

4. Mesin Hotprint

Mesin Hot Print atau yang biasa dengan nama Poly adalah mesin untuk mencetak dengan pita khusus (Bukan Tinta) atau yang disebut Foil. Anda mungkin tahu jenis tulisan yang berada di UNDANGAN ? Jenis tulisan yang mengkilap seperti emas atau silver dan biasanya dipakai untuk nama lengkap pengantin dan inisial pengantin tapi banyak sekali item yang menggunakan jenis tulisan ini, bukan hanya undangan saja tetapi AGENDA, KARTU NAMA, KOP SURAT, YASSIN, MAP,DLL Bisa diterapkan pada jenis cetakan ini.

Sumber : jenis percetakan offset

 

FORMAT FILE PADA ADOBE PHOTOSHOP UNTUK CETAK OFFSET ATAU CETAK DIGITAL

LOGO FILE

Dalam Industri Grafika, ada beberapa format file yang digunakan untuk dapat saling melakukan pertukaran informasi dari satu piranti lunak ke piranti lunak lainnya. Misalkan desainer membuat suatu ilustrasi menggunakan Illustrator dan ingin menggabungkannya pada InDesign ataupun QuarkXpress, maka perlu menyimpan file dengan format EPS agar apat dikenali pada piranti lunak yang berbeda.

Berikut ini beberapa format file yang biasa digunakan dalam desain grafis untuk produksi cetak :

TIFF

TIFF adalah singkatan dari Tagged Image File Format. Ini merupakan format file yang tidak dikompres atau diringkas, untuk tetap memelihara kelengkapan data warna yang terekam. Format TIFF hanya berlaku untuk data bitmap, dan menjadi default dalam penyimpanan gambar dari peralatan pemindai (scanner), kamera digital, maupun CD foto untuk profesional.

EPS

Singkatan dari Encapsulated PostScript, yaitu format yang digunakan untuk mengirim informasi gambar bitmap postscript dari satu program ke program yang lain. Format EPS dapat diterapkan untuk gambar bitmap maupun data vektor. Selain itu pada Adobe Photoshop, format EPS dapat melekatkan informasi halftone dan transfer curve.

JPEG

Barangkali merupakan format paling populer dimata awam untuk file foto. JPEG merupakan singkatan dari Joint Photography Expert Group, sebuah format file terkompresi untuk mobilitas data tinggi dan praktis. Gambar yang sudah disimpan dalam format JPEG, walaupun formatnya dapat dikembalikan ke TIFF, detilnya tidak bisa dikembalikan karena data sudah banyak yang hilang,

PSD

Photoshop Document merupakan file kerja dari Adobe Photoshop yang digunakan untuk mengedit foto. Ini adalah format yang secara luas diterima karena mendukung semua jenis gambar yang tersedia Bitmap, RGB, duotone,Grayscale,Indexed Color, CMYK, Lab, dan Multichannel .

Keuntungan terbesar menggunakan format PSD adalah dapat menyimpan gambar dalam lapisan (layer). Dengan kata lain, gambar dapat diolah dengan Adobe Photoshop kapan saja di kemudian hari. Dapat disesuaikan dan diedit secara independen untuk mencapai efek yang lebih baik.

RAW

Nama ini bukan merupakan singkatan, tapi lebih berarti data mentah (Inggris : raw). Merupakan data digital yang belum diproses, mengandung data sensor pixel yang asli. Pada umumnya format file ini berasal dari kamera digital yang mampu menyimpan gambar dengan 16 bit atau lebih sehingga gambar menjadi kaya warna dan detil. Setelah dibuka di Photoshop, sebaiknya gambar disimpan ke format TIFF agar dapat diolah lebih lanjut.

Tulisan ini disadur dan diolah dari Bab II Buku Designer Handbook dengan izin penulis : Ibu Anne Dameria – Link & Match Graphic.

Sumber : http://www.gramediaprinting.com

TIPS MENGATUR RESOLUSI IMAGE DALAM PEMBUATAN FILE DIGITAL

Apapun jenis perangkat input yang digunakan, untuk menghasilkan kualitas gambar yang baik pada produksi cetak  berlaku “selalu persiapkan gambar digital original sebaik mungkin sejak awal”. Dengan kata lain, siapkan gambar original se- “Hi-Res” (High Resolution) mungkin lalu layout menjadi sebuah desain. Jika kualitas asli gambar tidak bagus, maka hasil produksi cetak juga tidak bagus. Begitu pula sebaliknya (Garbage In Garbage Out).

Resolusi gambar sering juga disebut sebagai resolusi input, yaitu banyaknya elemen yang membentuk suatu gambar. Besarnya elemen gambar dinyatakan dalam ppi (pixel per inch) atau dpi (dot per inch).

Untuk mengetahui resolusi input produksi cetak yang tepat, dapat digunakan rumus : 2 x screen ruling setara yang digunakan untuk output film/pelat percetakan. Screen ruling adalah banyaknya line/garis per inch. Besar kecilnya screen ruling dipengaruhi jenis kertas yang digunakan. Jika yang digunakan 150 lpi, maka resolusi input menjadi 300 dpi.

File yang diambil dari kamera digital umumnya beresolusi 72 dpi dengan ukuran panjang dan lebar yang besar. Dalam hal ini yang perlu menjadi perhatian adalah total file size gambar tersebut. Contohnya, bila kamera digital yang memiliki kemampuan menghasilkan gambar 4,8 Mb resolusi input 72 dpi, dengan dimensi 34,4 cm x 46,2 cm. Maka ukuran ideal untuk produksi cetak bila membutuhkan resolusi 300 dpi adalah 8,2 x 11,1 cm.

Cara mengubah resolusi gambar di Adobe Photoshop :

1.       Buka file gambar

2.       Pilih menu Image >Image Size

3.       Perhatikan resolusi awal dan total file size

4.       Non aktifkan menu resample image pada bagian bawah

5.       Ganti resolusi 72 dpi menjadi 300 dpi

6.       Perhatikan total file size tetap seperti saat masih 72 dpi hanya kini ukuran gambar menjadi lebih kecil.

Tulisan ini disadur dan diolah dari Bab II Buku Designer Handbook dengan izin penulis : Ibu Anne Dameria – Link & Match Graphic.

Sumber : http://www.gramediaprinting.com

STANDAR DESAIN KETEBALAN FONT/HURUF DAN GARIS PADA CETAK OFFSET

Rasanya sulit saat ini untuk menemukan seorang desainer grafis yang karyanya tidak menggunakan huruf. Menjadi kalimat judul sebuah flyer ataupun hanya keterangan kecil di pojok halaman foto, huruf atau font jelas dibutuhkan.

Tidak jarang hasil desain setelah tercetak, dirasakan tidak sesuai harapan. Lalu standar apa saja yang perlu dipenuhi sebuah desain agar huruf atau font dan garis dapat tercetak sesuai rencana ? Berikut kami sajikan tips untuk Anda.

Font

Font atau huruf merupakan salah satu komponen dalam desain grafis. Pada sebuah logo, huruf dapat tampil sebagai informasi nama dari produk atau perusahaan, Pada kemasan, dapat tampil sebagai logo perusahaan dalam bentuk merk atau brand (dan sub brand). Font juga dapat hadir untuk mendeskripsikan produk dan informasi pendukung lainnya.

Saat ini ada banyak jenis font yang dapat digunakan dan tampil di monitor. Terlepas dari masalah estetika atau typografinya, agar font-font tersebut dapat ‘muncul’ dengan benar pada proses produksi cetak, ada standar yang harus diperhatikan oleh seorang desainer. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Letak posisi teks minimal 3 mm dari paskris ukuran jadi.
  2. Teks berwarna hitam menggunakan separasi warna Black 100% (K= 100) dan bukan hasil registrasi (Cyan =100%, Magenta = 100%, Yellow = 100 %, dan Black (K) = 100%)
  3. Ukuran font minimal 6 poin untuk teks dengan satu warna, dan minimal 10 point jika diapositif atau full color.
  4. Disarankan menggunakan Postcript Font atau Open Type Font.
  5. Font dilampirkan pada saat diserahkan ke percetakan atau di-embed saat membuat PDF File.

Catatan : Terkadang saat menggunakan Adobe Photoshop, seorang desainer telah membuat warna font hitam (Black (K) =100). Namun setelah dipindahkan ke software desktop publishing, font dapat berubah menjadi full color. Hal ini disebabkan output Adobe Photoshop sering dibaca sebagai image. Karena itu disarankan agar penambahan teks pada desain tidak dilakukan pada software Adobe Photoshop, namun pada Adobe InDesign atau desktop publishing lainnya.

 

Garis

Pada gambar vektor, gambar dibuat melalui garis, kurva, dan bidang secara matematis. Setiap garis, kurva, dan bidang memiliki atribut, yaitu fill dan stroke, ukuran stroke, jenis cap atau join stroke, dan lain sebagainya.

Saat mendesain untuk nantinya dicetak offset, perlu diperhatikan bahwa garis yang terlalu tipis tidak dapat dimunculkan dengan baik apabila terlalu tipis. Karena itu perlu diperhatikan hal-hal berikut :

  1. Ketebalan garis minimal hairline (0,25 poin)
  2. Warna pada color pallete jangan menggunakan mode RGB atau Pantone, kecuali bila pencetakan memang akan menggunakan warna Pantone.

Tulisan ini disadur dan diolah dari Bab II Buku Designer Handbook dengan izin penulis : Ibu Anne Dameria – Link & Match Graphic.

Sumber : http://www.gramediaprinting.com